
loading...
Menurut Rofiq, esensi dari pesta demokrasi seperti pemilu presiden adalah keterlibatan seluruh masyarakat dengan riang gembira dan suka cita.
"Tidak melihat ini bagian dari persaingan, tidak melihat ini bagian dari pertempuran, yang ada adalah hanya meramaikan daripada sebuah pesta demokrasi," ujar Rofiq saat dihubungi SINDOnews, Kamis (13/9/2018).
Maka itu, menurut Rofiq, TKN Jokowi-KH. Ma'ruf Amin sejak awal menginginkan agar pesta demokrasi dilaksanakan dengan narasi-narasi yang positif sehingga masyarakat tidak terbebani dengan problem politik yang ditimbulkan.
Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf ini mengaku narasi positif untuk menghindari istilah pertarungan akan dikembangkan dan dikampanyekan kepada masyarakat termasuk mengajak kepada kubu Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno.
"Jadi auranya atau energi yang dikeluarkan itu positif, bukan hoax, bukan fitnah, bukan kampanye hitam yang dikeluarkan yang ditimbulkan, justru ini menjadi bagian satu hal yang harus dihadapai dengan penuh suka cita," tandasnya.
(pur)
0 Response to "Perindo: Hindari Istilah 'Pertarungan' Positif untuk Demokrasi"
Posting Komentar