
loading...
“Tim P3JH akan kita pertahankan pada penyelenggaraan haji tahun depan,” tandas Direktur Bina Haji Khoirizi H Dasir, Sabtu (25/08) malam di kawasan Syisyah, Makkah. Karena menurutnya, P3JH dan TGC dapat bersatu padu terutama saat hari pertama lontar jumrah aqabah.
Khoirizi menjelaskan, tim P3JH dibentuk bukan untuk menyaingi keberadaan TGC. “P3JH dibentuk untuk melengkapi petugas kesehatan, karena kita menyadari bahwa hari pertama lontar jumrah dan jalur Jamarat-Mina adalah waktu dan tempat krusial,” urainya.
Apa yang disampaikan Khoirizi memang benar adanya. Pantauan tim Media Center Haji (MCH) saat lontar jumrah hari pertama, Selasa (21/08) misalnya, paling tidak 200 jemaah kelelahan dan dirawat di Posko Kesehatan Haji Indonesia di Mina. Jalur yang membentang sepanjang dua hingga empat kilometer antara Jamarat dan Mina juga cukup berat terutama bagi jemaah usia lanjut.
“Kita melihat sendiri P3JH, TGC dan petugas perlindungan jemaah serta dibantu unsur lain pontang-panting membopong dan menggendong jemaah kelelahan,” sambung Khoirizi. “Kedepan kalau memungkinkan dan ada alokasi anggaran akan kita tambah personil P3JH,” ungkapnya lagi.
Direncanakan, rekrutmen tahun depan dilaksanakan dengan mekanisme penetapan dan seleksi. “Penetapan dengan sejumlah syarat agar kita dapat menagih komitmen secara maksimal dan seleksi untuk menghasilkan petugas berkualitas,” pungkas pria kelahiran Lubuklinggau, Sumatera Selatan, ini.
P3JH adalah para petugas pelayanan umum, namun memiliki kemampuan medis. Terdiri dari 22 petugas yang berasal dari Rumah Sakit Haji, Universitas Islam Negeri yang memiliki prodi kedokteran, serta rumah sakit TNI/POLRI. Untuk tahun ini, anggota P3JH ditetapkan langsung oleh Kemenag berdasarkan persyaratan-persyaratan yang dibutuhkan.
(pur)
0 Response to "Terbukti Efektif, Tahun Depan Kemenag Akan Pertahankan P3JH"
Posting Komentar