
loading...
Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan Konferensi Ulama Trilateral ini digelar sebagai tindak lanjut dari usulan Presiden Afghanistan agar Indonesia turut mendorong terwujudnya perdamaian di negara tersebut. Tak hanya mendorong terwujudnya perdamaian, Indonesia-Afgahnistan juga melakukan kerja sama bidang ekonomi, kepolisian, antinarkoba, dan pendidikan.
Jokowi menegaskan, komitmen Indonesia untuk ambil bagian dalam mewujudkan perdamaian dan stabilitas di Afghanistan salah satunya ditunjukkan melalui kehadiran Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam pertemuan Kabul Peace Process pada Februari lalu.
"Saya juga berkomunikasi dengan Presiden Pakistan Mamnun Hussain serta Perdana Menteri Abbasi dalam kunjungan saya ke Islamabad. Pakistan adalah negara tetangga yang penting dan berperan di kawasan. Alhamdulillah, Pakistan menyambut baik komitmen dan upaya Indonesia membantu peace building di Afghanistan," kata Jokowi.
Pemerintah Indonesia menyadari ulama turut memegang peranan penting dalam mendorong perdamaian di Afghanistan. Oleh karenanya, melalui pertemuan ini, Indonesia memfasilitasi peran konstruktif dari para ulama untuk menyampaikan pesan perdamaian di Afghanistan.
"Pertemuan trilateral ini merupakan bagian dari komitmen dan upaya Indonesia untuk mengedepankan peran para ulama. Indonesia sungguh merasa terhormat mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah," tutur Jokowi.
Pertemuan ini mempertemukan setidaknya 19 ulama dari Afghanistan, 17 ulama dari Pakistan, dan 17 ulama dari Indonesia. Presiden Jokowi berharap agar pertemuan trilateral ini dapat memberikan kontribusi konkret bagi perdamaian di Afghanistan.
"Melalui suara ulama, khususnya dari Afghanistan, Pakistan, dan Indonesia, kiranya semangat ukhuwah untuk perdamaian di Afghanistan dapat diperkuat," jelas Jokowi.
Jokowi menyadari, jalan dan upaya menuju perdamaian tidak pernah mudah. Namun sebagai orang beriman, yakin terhadap pertolongan Allah mutlak adanya. Jokowi meminta seluruh pihak untuk tidak memadamkan semangat perdamaian.
"Di sini lah saya kira peran kunci para ulama dalam menjaga momentum dan optimisme umat dalam perdamaian. Ulama adalah agen perdamaian, ulama didengar, ulama dituruti, ulama diteladani oleh umat, ulama memiliki karisma, ulama memiliki otoritas, ulama memiliki kekuatan untuk membentuk wajah umat yang damai," kata Jokowi.
Turut hadir mendampingi Jokowi, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Ma’ruf Amin.
(kri)
0 Response to "Jokowi Buka Konferensi Ulama Trilateral Dorong Perdamaian Afghanistan"
Posting Komentar