
loading...
Kementerian LHK juga mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan oleh produsen dengan berbagai pihak dengan memanfaatkan teknologi untuk mempermudah prosesnya.
“Bagian yang terpenting adalah menjaga konsistensi dari kolaborasi upaya pengurangan sampah ini sehingga dapat mencapai hasil yang signifikan dan terjamin keberlanjutannya,” kata Direktur Pengelolaan Sampah, Direktorat Jenderal Pengelolaan Limbah, Sampah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Dr Novrizal Tahar, saat berbicara di acara launching Smart Drop Box (SDB) di Car Free Day (CFD) Jakarta, Minggu (13/5/2018).
Menurut Novrizal, pengembangan Smart Drop Box merupakan best practice yang patut direplikasi oleh perusahaan-perusahaan lainnya untuk bekerjasama lintas sektor.
“Keberhasilan program ini nantinya akan menjadi model pengurangan sampah oleh produsen melalui mekanisme penarikan kembali kemasan, sehingga permasalahan sampah dapat dikelola dari hulu hingga hilir berlandaskan prinsip ekonomi sirkular,” tutur Novrizal.
Smart Drop Box (SDB) merupakan hasil kolaborasi Danone-Aqua, Alfamart, Telkomsel dan Smash serta didukung Kementerian LHK. SDB merupakan tempat sampah pintar yang dilengkapi sistem pemindai barcode botol plastik dan terhubung dengan mySmash.
Aplikasi ini membantu pengguna SDB untuk mencatatkan sampah botol yang dikumpulkan dan mendapatkan imbalan poin. Poin ini dapat digunakan sebagai pembayaran online.
Sebelumnya, pengguna SDB harus mengunduh aplikasi pada telepon pintar lalu memindai barcode pada botol plastik yang akan dibuang. Setelah sampah botol plastik ini dimasukkan kedalam SDB, maka akan diberikan imbalan dalam bentuk poin T-Cash (produk e-money Telkomsel).
Sebanyak 80 SDB akan ditempatkan di gerai Alfamart wilayah Jakarta dan Tangerang di sepanjang tahun 2018. Sebagai pengenalan awal ke masyarakat, Danone-Aqua sebagai sponsor resmi Asian Games akan menyebar 30 SDB di sekitar venue pertandingan di Jakarta selama perhelatan besar tersebut berlangsung
Melalui inisiatif SDB, Danone-Aqua, Alfamart, Telkomsel dan Smash berkolaborasi membangun model pengelolaan sampah botol plastik PET yang terintegrasi, dengan melibatkan peran aktif konsumen dalam proses awal daur ulang.
Smash (Sistem Online Manajemen Sampah) sebagai pengembang aplikasi berperan untuk mendesain dan mengoperasikan sistem online yang terpasang di SDB dan aplikasi mySmash yang digunakan oleh pelanggan.
Vice President General Secretary Danone Indonesia, Vera Galuh Sugijanto mengatakan, kerja sama ini akan mendorong tumbuhnya masyarakat yang bijak berplastik.
“Kami berharap dengan adanya Smart Drop Box, masyarakat menjadi termotivasi untuk melakukan pengumpulan dan pemilahan sampah plastiknya. Hal ini juga dimaksudkan untuk mengedukasi konsumen bahwa sampah plastik dapat didaur ulang dan memiliki nilai ekonomi, serta secara nyata berkontribusi untuk mengatasi masalah sampah di Indonesia. Kami menargetkan, pada tahun 2025 kami dapat mengumpulkan lebih banyak sampah plastik dari yang kami gunakan,” tutur Vera.
Sementara itu, GM Corcom PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Ivan Hermawan menjelaskan, sebagai toko komunitas yang dikenal dekat dengan masyarakat, perusahaan menyambut positif kerja sama yang diharapkan bisa memberikan banyak manfaat bagi masyarakat luas, khususnya di sekitar toko Alfamart.
0 Response to "Kementerian LHK Dorong Produsen Berkolaborasi Kurangi Sampah Plastik"
Posting Komentar