Tak Dianggap di Koalisi Jokowi, PAN Bisa Bentuk Poros Alternatif

loading...

JAKARTA - Partai Amanat Nasional (PAN) dinilai tengah melakukan manuver politik untuk mencoba membentuk poros alternatif di pemilu presiden (Pilpres) 2019. Manuver itu tercermin dari pertemuan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dengan sejumlah tokoh, seperti Gatot Nurmantyo.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno mengatakan, ada beberapa alasan mengapa PAN melakukan manuver politik untuk membentuk poros baru. Salah satunya posisi calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto yang telah dikunci oleh PKS.

Adi menilai, PKS tidak akan merelakan posisi cawapres diambil oleh parpol lain. "PAN sampai saat ini masih bermanuver untuk membentuk poros baru. Itu terjadi setelah posisi PKS sebagai calon pendamping Prabowo tidak mungkin diambil oleh PAN. PKS bahkan mengungkit peristiwa 2014 dimana cawapres Prabowo saat itu dari PAN," ujar Adi kepada SINDOnews, Rabu (9/5/2018).

Dari sudut koalisi pendukung Joko Widodo (Jokowi), posisi PAN kini dianggap sebelah mata. PAN dianggap kerap mengkritisi kebijakan pemerintah dan elite partai berlambang matahari tersebut kerap menyerang pemerintah.

Klimaksnya, PAN tidak diundang dalam pertemuan tingkat sekretaris jenderal (Sekjen) partai politik pendukung Jokowi di kantor Sekretaris Kabinet Pramono Anung, beberapa waktu lalu.

"Makanya dia (PAN) mau jadi pendamping Prabowo enggak bisa. Sementara di kubu Jokowi, PAN sudah dianggap sebelah mata," kata Adi.

Lantas, partai mana yang berpotensi menerima pinangan PAN untuk membentuk poros alternatif? Adi menilai, PAN dan Partai Demokrat relatif bisa dipertemukan.

Bila Ada figur yang dianggap cocok sebagai calon presiden, seperti Gatot Nurmantyo misalnya, poros alternatif disebut Adi bisa terbentuk. "Gatot ini dinilai punya logistik yang mapan. Kalau calonnya Gatot, kemungkinan PKB bisa diajak. Atau, kalau PKS terus diambangkan Prabowo, dia bisa saja ikut bergabung," kata Adi.

(kri)

Let's block ads! (Why?)

https://nasional.sindonews.com/read/1304338/12/tak-dianggap-di-koalisi-jokowi-pan-bisa-bentuk-poros-alternatif-1525860595

0 Response to "Tak Dianggap di Koalisi Jokowi, PAN Bisa Bentuk Poros Alternatif"

Posting Komentar